Tren Font Lokal dan Estetika Desain Grafis Asia.

Tren Font Lokal dan Estetika Desain Grafis Asia.

0 0
Read Time:52 Second

Tren dalam desain grafis Asia kini menunjukkan kebangkitan minat terhadap elemen lokal, terutama penggunaan font (huruf) yang terinspirasi dari aksara tradisional atau handwriting vernakular. Desainer menjauhi tampilan global yang seragam dan memilih estetika yang lebih berakar pada identitas visual regional yang kuat.

Tren ini mencakup penggunaan warna-warna cerah dan kombinasi yang berani, pola geometris yang rumit (terinspirasi oleh tekstil atau arsitektur lokal), dan tata letak yang asimetris. Tujuannya adalah menciptakan desain yang langsung terasa “Asia” tanpa harus mengandalkan klise, memberikan nuansa yang segar dan otentik.

Salah satu fokus utama adalah digitalisasi aksara lokal, seperti aksara Hanzi (Tiongkok/Jepang/Korea), Jawi, atau aksara Nusantara. Pengrajin font bekerjasama dengan ahli bahasa dan sejarawan untuk memastikan keaslian, sementara desainer grafis memanfaatkannya untuk merek, kemasan, dan media digital agar memiliki kedalaman budaya.

Estetika desain grafis Asia yang otentik kini diakui secara global. Dengan memadukan teknik modern dengan warisan budaya, desainer Asia tidak hanya meningkatkan citra merek lokal tetapi juga berkontribusi pada keragaman bahasa visual global. Ini adalah jembatan antara masa lalu dan masa depan desain di Asia.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Average Rating

5 Star
0%
4 Star
0%
3 Star
0%
2 Star
0%
1 Star
0%