Industri fashion cepat (fast fashion) di Asia, yang merupakan pusat manufaktur tekstil global, kini menggunakan Generative AI untuk mempercepat proses desain. AI generatif dapat menghasilkan ribuan pola, motif, dan kombinasi warna baru dalam hitungan detik, berdasarkan tren mode real-time yang diambil dari media sosial dan data penjualan e-commerce.
Teknologi ini secara drastis mengurangi waktu antara identifikasi tren dan produksi massal, sebuah siklus yang sangat penting bagi model fast fashion. Desainer manusia dapat menggunakan output AI sebagai titik awal, memodifikasi dan memfinalisasi desain, sehingga mengurangi ketergantungan pada proses sketsa dan sampel yang memakan waktu lama.
Namun, penggunaan AI generatif dalam desain tekstil menimbulkan kekhawatiran etika mengenai hak cipta dan orisinalitas, terutama bagi desainer tradisional Asia. Selain itu, kecepatan produksi yang didorong oleh AI meningkatkan masalah keberlanjutan dan limbah di industri tekstil.
Generative AI mengubah wajah desain di Asia. Meskipun menawarkan efisiensi yang luar biasa, industri ini harus menyeimbangkan kecepatan dengan tanggung jawab etika dan lingkungan.

