Pilihan bahasa pemrograman yang populer di kalangan developer Asia memengaruhi kecepatan dan kualitas pengembangan perangkat lunak dalam mobil. Bahasa yang menawarkan kinerja tinggi dan keamanan, seperti C++ dan Python, sangat diminati untuk sistem autonomous driving dan AI.
Developer Asia seringkali memilih bahasa yang didukung oleh komunitas open-source yang kuat. Ini memungkinkan mereka untuk memanfaatkan kode yang sudah ada, mempercepat siklus pengembangan, dan mengurangi biaya R&D pada perangkat lunak mobil.
Selain itu, bahasa seperti Java dan Kotlin (untuk Android) dominan untuk pengembangan sistem infotainment dan aplikasi Super-App yang terintegrasi di dalam mobil. Fleksibilitas ini memungkinkan integrasi yang lebih baik dengan ekosistem digital Asia.
Produsen otomotif di Asia berinvestasi dalam merekrut talenta developer yang mahir dalam bahasa-bahasa ini untuk membangun arsitektur software-defined vehicle (SDV) mereka. Keunggulan software akan menjadi pembeda utama dalam kompetisi otomotif masa depan.
Developer Asia memilih bahasa pemrograman (C++, Python) untuk autonomous driving dan AI, serta Java/Kotlin untuk infotainment. Pilihan ini didorong oleh dukungan komunitas open-source yang kuat untuk mempercepat pengembangan software mobil.

